Selasa, 26 Juli 2016

PENGERTIAN DAN PENTINGNYA GEOSPASIAL

Keyword              : Geospasial, spasial, ruang kebumian

PENGERTIAN GEOSPASIAL
UU No. 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial pasal 1-4 menerangkan, spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi, letak, dan posisinya. Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. Data Geospasial yang selanjutnya disingkat “DG”, adalah data tentang lokasi geografis, dimensi atau ukuran, dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi. Informasi Geospasial yang selanjutnya disingkat IG adalah DG yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

PENTINGNYA INFORMASI GEOSPASIAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI  
Menurut Partoso Hadi, pemanfaatan informasi geospasial merupakan hal yang penting dalam pembelajaran geografi. Karena dalam pembelajaran geografi selalu mengutamakan pemahaman spasial karena itu merupakan salah satu ciri khas dibandingkan dengan pelajaran lain.  Lebih lanjut Partoso Hadi juga menerangkan, kurikulum sebagai acuan utama dalam pembelajaran, penerapannya perlu diupayakan sesuai dengan kaidah dan esensi Ilmu Geografi itu sendiri. Seperti diketahui obyek material geografi terbentang dari litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer sampai antroposfer. Kajian geografi terhadap obyek materialnya tersebut, harus selalu dilakukan dari sudut pandang spasial, dari perspektif spasial. Dengan demikian penguasaan terhadap sumber informasi muka bumi menjadi mutlak diperlukan. Sumber tersebut dapat berupa sumber primer, dengan pengamatan, observasi, pengukuran, pencacahan langsung terestrikal maupun dari sumber sekunder, termasuk menyadap informasi dari dokumen geospasial yang ada.





Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini

Peta digital dan Peta konvensional

Keyword              : Pemetaan digital, peta digital, peta konvensional, raster, vektor

Peta adalah sarana informasi mengenai lingkungan. Pekerjaan-pekerjaan teknik sipil, perkembangan agrobisnis maupun perkembangan penduduk membutuhkan peta-peta dengan berbagai macam jenis tema dan berbagai macam jenis skala. Pemetaan adalah suatu proses penyajian informasi muka bumi yang fakta (dunia nyata), baik bentuk permukaan buminya maupun sumbu alamnya berdasarkan skala peta, system proyeksi peta, seta symbol-symbol dari unsur muka bumi yang disajikan. Sesuai kemajuan tekhnologi peta tidak hanya dalam bentuk nyata (pada selembar kertas atau real maps) tetapi juga dapat disimpan dalam bentuk digital sehingga dapat disajikan pada layar monitor yang dikenal dengan peta maya atau peta digital (virtualmaps atau softcopy).
Pemetaan digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam format digital yang disimpan dan dicetak sesuai keinginan pembuatnya baik dalam jumlah maupun skala. Peta digital dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu Raster maupun Vektor, adapun pengertiannya adalah sebagai berikut :
Raster
Merupakan format data dengan satuan pixel (resolusi atau kerapatan) ditentukan dalam satuan ppi (pixel per inch). Tipe format ini tidak bagus digunakan untuk pembuatan peta digital, karena akan terjadi korupsi data ketika dilakukan pembesaran atau pengecilan. Contoh format data raster : bitmap (seperti tiff, targa, bmp), jpeg, gif dan PNG
Vektor
Merupakan format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan garis termasuk polygon) format ini yang dipakai untuk pembuatan peta digital atau sketsa. Contoh format data vektor : dxf (autocad), fix(xfig), dan ps/eps (postscrift)
Perbandingan antara peta digital dan peta konvensional :
Peta digital
Peta konvensional
  • Penyimpanan dapat dilakukan secara cepat dan akurat apabila dibuka kembali
  • Perubahan peta dapat dilakukan secara cepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menyingkat waktu
  • Analisa dapat dilakukan secara cepat karena dapat diberi tanda sesuai kebutuhan
  • Penyimpanan dapat mengalami perubahan skala maupun vector yang dapat mengalami perubahan
  • Perubahan memakan waktu karena harus menggambar lagi dan tentunya memakan biaya yang lebih karena harus menggambar ulang
  • Analisa sangat rumit karena kita harus menggambar lagi sesuai apa yang dibutuhkan



Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini